Isi tulisan ini, bukan hal yg baru. Di media lokal, berkali-kali Amin menjelaskan kedudukan hal yg sebenarnya atas isi selebaran yg bersifat menuduh.
Mau tahu isi selebarannya :
KORUPTOR INGIN JADI BUPATI BONDOWOSO
RELAKAH TANAH BONDOWOSO DIBERIKAN PADA SEORANG PENGKHIANAT RAKYAT ????
SIAPAKAH SANG PENGKHIANAT ITU ?
1. Kasus aliran dana BAnk Indonesia ke anggota DPR senilai RP. 31,5 miliar terkait dengan revisi undang-undang
(pelaku-> Amin SAid Husni Fraksi PKB)
Sumber majalah Tempo, edisi 52/XXXVI/18-24 FEBRUARI 2008
internet -> http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2008/01/29/brk, 20080129-116433,id.html
(Sori, saya udah cape nulis ini…saya ringkaskan aja yah.
2. Kasus dana percaloan dana pascabencana rp 240 miliar
http://fkps-dpr.or.id/new/main.php?op=isi&id=401
3. Kasus dana pelicin RUU Sistem Perencanaan Pembangunan nasional sebesar Rp, 4,415 milyar
http://www.gatra.com/2007-08-09/artikel.php?id=106749
Selebaran tersebut dibuat atas nama Forum Masyarakat Peduli dan Cinta Bondowoso (FMPCB)
Disertakan url berita, bisa kita cek kebenaran isi berita tersebut. Apakah memang berita adanya, atau hanya sekedar isu murahan yg dipake (yah..untuk apa lagi) kalo bukan untuk (bisa menggembosi Amin, bisa juga untuk menaikkan Amin. loh kok bisa….). Loh bukankah politik itu, saat yg sama bisa bernilai ganda. Kalo kita didzalimi, masyarakat akan simpati dan naiklah perolehan suara kita. Bisa jadi seperti ini,kan.
Saya sendiri yg awam mencoba mencari tahu, siapa cabup-cawabup yg beredar sekarang. Tampaknya sosok amin ini, sosok yg paling akrab beredar di internet. Coba aja cari melalui google,yahoo, altavista, dll
tulis nama-nama dengan kata kunci yg kita inginkan semisal ” Amin said husni, haris sonhaji, KH salwa, misna, KH imam thahir, dll “.
Kalo kurang puas, gabungkan kata kunci dengan :
filetype:xls -> untuk mencari file MS Excel
filetype:doc -> untuk mencari file MS Word
“Confidential” + “not for distribution” + filetype:doc (file-file rahasia yg tidak didistribusikan secara umum)
atau intitle:index.of finance.xls yang besar kemungkinan berisi data-data finansial.
Dengan melakukan cek ulang pada sumber berita, kita bisa mengetahui yg sebenarnya. Bukan berlandaskan isu, desas-desus, ramalan dukun, mimpi, obrolan warung kopi, dll.
Jadi benarkan pendapat saya. Pilihlah calon dengan otak. Jangan dengan hati nurani.
Oahhhh. Ngantuk mau bobo dulu,ah…




Recent Comments