Tuduhan Koruptor Atas Amin

•18 July, 2008 • 3 Comments

Isi tulisan ini, bukan hal yg baru. Di media lokal, berkali-kali Amin menjelaskan kedudukan hal yg sebenarnya atas isi selebaran yg bersifat menuduh.

Mau tahu isi selebarannya :

KORUPTOR INGIN JADI BUPATI BONDOWOSO
RELAKAH TANAH BONDOWOSO DIBERIKAN PADA SEORANG PENGKHIANAT RAKYAT ????
SIAPAKAH SANG PENGKHIANAT ITU ?

1. Kasus aliran dana BAnk Indonesia ke anggota DPR senilai RP. 31,5 miliar terkait dengan revisi undang-undang
(pelaku-> Amin SAid Husni Fraksi PKB)
Sumber majalah Tempo, edisi 52/XXXVI/18-24 FEBRUARI 2008
internet -> http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2008/01/29/brk, 20080129-116433,id.html

(Sori, saya udah cape nulis ini…saya ringkaskan aja yah.
2. Kasus dana percaloan dana pascabencana rp 240 miliar
http://fkps-dpr.or.id/new/main.php?op=isi&id=401

3. Kasus dana pelicin RUU Sistem Perencanaan Pembangunan nasional sebesar Rp, 4,415 milyar
http://www.gatra.com/2007-08-09/artikel.php?id=106749

Selebaran tersebut dibuat atas nama Forum Masyarakat Peduli dan Cinta Bondowoso (FMPCB)

Disertakan url berita, bisa kita cek kebenaran isi berita tersebut. Apakah memang berita adanya, atau hanya sekedar isu murahan yg dipake (yah..untuk apa lagi) kalo bukan untuk (bisa menggembosi Amin, bisa juga untuk menaikkan Amin. loh kok bisa….). Loh bukankah politik itu, saat yg sama bisa bernilai ganda. Kalo kita didzalimi, masyarakat akan simpati dan naiklah perolehan suara kita. Bisa jadi seperti ini,kan.

Saya sendiri yg awam mencoba mencari tahu, siapa cabup-cawabup yg beredar sekarang. Tampaknya sosok amin ini, sosok yg paling akrab beredar di internet. Coba aja cari melalui google,yahoo, altavista, dll
tulis nama-nama dengan kata kunci yg kita inginkan  semisal ” Amin said husni, haris sonhaji, KH salwa, misna, KH imam thahir, dll “.

Kalo kurang puas, gabungkan kata kunci dengan :
filetype:xls -> untuk mencari file MS Excel
filetype:doc -> untuk mencari file MS Word
“Confidential” + “not for distribution” + filetype:doc (file-file rahasia yg tidak didistribusikan secara umum)
atau intitle:index.of finance.xls yang besar kemungkinan berisi data-data finansial.

Dengan melakukan cek ulang pada sumber berita, kita bisa mengetahui yg sebenarnya. Bukan berlandaskan isu, desas-desus, ramalan dukun, mimpi, obrolan warung kopi, dll.

Jadi benarkan pendapat saya. Pilihlah calon dengan otak. Jangan dengan hati nurani.

Oahhhh. Ngantuk mau bobo dulu,ah…

Ide Tulisan yg mengalir deras….

•18 July, 2008 • Leave a Comment

Kamis pagi ini dingin sekali. Nangkaan diselimuti kabut. Sukowiryo demikian pula.Dabasah,Badean, demikian juga Kutakulon. Alun-alun berkabut lebih tipis.
Memandang di bagian barat Bondowoso, perbukitan nan hijau menciptakan pesona ketika disapu cahaya matahari. Bondowoso alamnya indah. Dan di alam yg indah ini, enaknya menulis puisi. Namun, siapa yg peduli terhadap puisi.

Kekayaan alam yg luar biasa ini menjadi hal yg biasa. Bahkan Bondowoso terasa kering kerontang karena ketiadaan keadaban publik. Di sini yg ada hanyalah kehidupan rutinitas, dan orang-orang berjalan seperti hari kemaren dan kemaren dan kemarennya lagi. Tidak beda halnya dengan makhluk hidup yg lain. Rakyatnya makin miskin.Pejabatnya makin buncit.

Bondowoso seperti terpaku, diam, stagnan…..

Keluar dari pintu rumah, berjalan dan berfikir dalam hitungan yg tidak lama, saya telah menemukan banyak ide tulisan. Semuanya adalah masalah-masalah meskipun dalam pandangan umum bukan sebagai masalah.

Berikut tuan-tuan saya tulisankan ide tersebut :

Alun-Alun yang amburadul…
Adipura Yang Pura-Pura
Kualitas SDM yang tak layak
Faktor -faktor yang memiskinkan di Bondowoso
Pesantren sebagai kekuatan lokal, benarkah ?
Pilkada yang apa adanya
Peta Politik Pilkada (mengapa Amin Haris (AHa) akan menang ?)
Sepeda kayuh dan Becak Bebas Aturan Lalu Lintas….
Pelajar Tanpa Helm
PAUD yang Maut
PNS Teruslah Berjaya
Mental Berkompetisi yang melempem
Tuduhan Koruptor Atas Amin
Pengayuh Becak, Apa Yang Kau Pikirkan…
Pak Bupati Sedang Apa Kau Malam ini ?
Pejabat Busung Dada di Bondowoso. Melempem Di Luar….
Politik Cari Selamat di Bondowoso
Semua Kita Gila….
Memancing Ikan di Alun-Alun, Memancing uang di…..

Woooow…banyak sekali,kan. Para Bos sekalian, pasti bisa menebak, ke arah mana isi tulisan di atas.
Ternyata kesemrawutan Bondowoso merupakan berkah untuk mendapatkan ide tulisan.
Bagi yang kreatif, silahkan mengembangkan ide tulisan di atas. Nanti saya traktir mancing ikan di alun-alun. Lumayan buat latihan, sebelum mancing uang….. ;-)

Peta Politik Pilkada. Mengapa Amin Haris (AHa) akan menang ?

•18 July, 2008 • 4 Comments

Untuk tulisan ini, Jangan dibaca terlalu serius. Santai aja men. Sambil ngisep rokok.Ato ngisep yang lain. Coba aja mousenya diisep hahahaha…..

Pertama Amin-Haris, saya singkatkan dengan AHa. Yah tentu untuk menghemat tulisan. Karena sejauh ini, belum ada singkatan nama dua calon tersebut.
Kedua inilah analisa saya yg ngawur tersebut.
— Singkatan namanya saja sudah keren AHa. Berisi kejutan. Kok bisa ya…kok bisa ya…
— Popularitas amin said husni di internet tidak terkalahkan
— Dukungan media. Saya melihat Radar Jember memuat berita kampanye AHa lebih banyak. Wah ada apa ini?. Kenapa berita calon lain lebih sedikit Misnan-Sobri (MisSo), Irwan-Huzain (IrHu), Salwa-Thahir (wahir) hehehe….sori bro cara nyingkatnya aneh.
— Dukungan abege, mungkin karena kegantengan Haris ( saya membayangkan. Haris seperti sosok Dede Yusuf yg memenangkan pilkada Jabar) :-D . Sosok ksatria yang ganteng dan gagah berani hehehe….
— Dukungan birokrasi, terutama dari pak Bupati sendiri (kalo tak percaya, tanyakan saja ke pak bupati)
— Dukungan dana (yah, siapa aja juga punya uang. Tapi, besarannya bung….)
— Dukungan partai (herannya kok belakangan,ya…Partai Patriot en partai Demokrat mendukung AHa. Entah partai apa lagi nanti nantinya menjelang pencoblosan)
— Aha lebih muda dikenali digambar, karena kostumnya lebih simpel. Berwarna putih.
— Dukungan spanduk aneh bertuliskan angka “1″ di alun-alun sejak sebelum masa kampanye. katanya tidak ada yg tahu, siapa yg masang…. Yg bener aja, Boss.
— Yang penting lagi adalah dukungan doa dan restu.Amin-AMin-Amin Entah, makhluk apa pula ini…..

Paparan di atas memang tidak menggambarkan peta. Karena memang tidak ada gambarnya. Mungkin para boss sekalian bisa menambahi.
Kalo, saya sendiri percaya, yang bisa mengalahkan AHa adalah golput.
Karena faktor X, ramalan di atas bisa juga melenceng. Siapa sangka, ada angin topan yg menimpa Bondowoso. Menghancurkan lokasi basis massa AHa, dan menanglah Salwa. hehehehe….

Catatan : Para pengocok kartu menjagokan siapa, nih…Bandar-bandar judi pada sibuk,ya…

Nih, ada sebuah puisi untuk mengakhiri tulisan:

Di tengah malam yg dingin ini. Para hantu bergentayangan. Mereka siapa menelan kota ini. Masyarakatnya yg hanya diam. Karena ketidaktahuan.Karena kepatuhan. Karena kepasrahan.Karena masa bodoh. Politisinya yg brutal. Sama halnya dengan aparat pemerintah. Oh nasib…nasib… Lahir di Kota Gerbong Maut…. Eh Gerbong Bahagia,ding…Putra Daerah yang tersingkirkan di tanah airnya sendiri Negara Bondowoso. Jreng—jreng–jreng…

Khotbah yang berisik….

•18 July, 2008 • 1 Comment

Pagi hari.Nongkrong di alun-alun. Memandang mbah gerbong maut. Dan lampu-lampu hias. Hmm…menjelang 17 Agustus. Di tengah krisis listrik, kok masih ada pemborosan energi. Sementara di banyak tempat terjadi pemadangan bergilir. Gimana nih bos.

Lagi-lagi bukti, pemerintah tidak peka terhadap masalah yg dihadapi rakyatnya.
Hoi..tuan-tuan yg ada di seberang sana. Matikan lampu dong!!! (wah,wah.wah…..sabar men).

Fikiranku kembali terusik dengan suara keras khotbah dari masjid Agung At Taqwa Bondowoso. Kenapa sih khotbah harus seberisik itu. Bagaimana bila ada yg sakit dan terganggu. Saya tidak setuju dengan khotbah yang menggunakan pengeras suara. Ini akan mengganggu ketertiban umum. Tetapi apalah artinya ketertiban umum di sini? Lihat aja, orang mengadakan resepsi, terutama di desa-desa. Berisiknya minta ampun, mulai dari malam, hingga malam lagi. Speaker ditumpuk hingga 5 tingkat.
Mengapa harus seperti itu?

Bila orang desa itu kesulitan ekonomi, toh masalah speaker bisa di kurangi. Ini jelas menghemat anggaran. Tetapi, beginilah budaya yang ada. (wah artikel ini jadi menjawab pertanyaanya Bung Bondowoso kita (http://bondowosokita.wordpress.com) nih. Gimana nih bung, kenapa untuk hal yg tidak penting, orang harus jor-joran. Mental untuk BERINVESTASI DAN BERHEMAT tidak ada.(ini salah satunya…). Faktor budaya yg lain entar aja deh hehehehe….

Ini juga berkaitan dengan teladan dari atas. Ya contohnya soal lampu yg gerlap-gemerlap di kantor pemkab. Untuk apa sih lampu-lampu itu. Sisi ARTIFISIAL inilah yang lebih dipentingkan. (wah sekali lagi menjawab pertanyaan bung Bondowoso Kita). Udah dulu, tulisan ini ini.

Sementara khotbah di masjid At taqwa masih berlangsung dan tidak memberi kesan sama sekali. Kecuali berisiknya itu….

Ya Alloh, kalo kebenaran disampaikan dengan cara yg salah, maka ia menjadi hal yg salah pula…..hehehe. (sok alim berdoa segala..)

Putra Daerah ataukah orang Jepang Ataukah Orang Singapora…

•12 July, 2008 • 9 Comments

Pilkada di Bondowoso, dan juga mungkin di daerah lain, selalu diwarnai dengan “putra daerah”.
Jargon Politis ini setara dengan persyaratan bahwa calon presiden harus sarjana, atau harus sehat rohani dan jasmani, atau harus laki-laki atau harus bisa menyanyi atau harus bisa melawak atau harus jawa atau…..

Saya berfikir bahwa “daerah” tidak mengikuti KB :-D . Lha wong, putranya buaanyaakkk…

Berkaitan dengan pilkada Bondowoso, definisi “putra daerah” sangatlah rancu dan bias dan mengada-ada….Sebuah partai pernah mengangkat isu tsb dan saya kira, publik pun, juga bertanya-tanya.
Kasarnya adalah Putra daerah harus lahir,besar,berpendidikan dan suku madura dan tinggal di Bondowoso mulai dari brojol, hingga muncul kumis dan datang ke KPUD menyerahkan berkas pendaftaran cabup-atau cawabup..

Biasnya adalah berbagai varian dari itu. Misalkan bukan suku madura, tetapi arab atau cina atau jawa atau campuran. Besar di kota lain. lahir di kota lain tetapi besar di Bondowoso. Atau seperti kondisi di atas, tetapi tidak memahami kondisi Bondowoso, dll.

Pendek kata adalah definisi “putra daerah” adalah definisi politis, yang memang diperuntukkan untuk kepentingan politis.

Saya malah berfikir, supaya Bondowoso ini maju yang memimpin adalah orang Jepang atau Singapura atau Vietnam.

Lihatlah negara-negara tersebut. Mereka adalah negara-negara yang dapat maju dengan cepat. Bangkit dari puing-puing kehancuran. Memiliki disiplin dan etos kerja tinggi. Berorientasi ke depan.

Yang dibutuhkan Bondowoso adalah budaya progressif untuk bisa bangkit supaya maju dengan harga dirinya. Seandainya di Bondowoso ada budaya adiluhung, kenapa selama ratusan tahun ini tidak maju-maju. Pasti ada yang salah di kota ini. Yaitu masyarakatnya. Budayanya yang membuatnya mundur. etos kerjanya yang rendah (saya akan menulis lain waktu secara panjang mengenai budaya ini). Yang membentuk lingkaran kemiskinan-kebodohan-keterbelakangan yang tidak pudar. Para politikus yang saat ini bermain, memanfaatkan benar “pangsa pasar” yang gurih ini untuk mengeksploitasi Kota Gerbong Maut ini habis-habisan.

Jadi siapa yang anda,pilih….
Golput aja Yuk  hehehehe….. (biar tidak ikut nambah dosa )

Jangan Pilih dengan Hati Nurani! Pilihlah dengan Otak!

•12 July, 2008 • 5 Comments

Dalam spanduk-spanduk yang dikeluarkan KPUD terdapat anjuran untuk memilih dengan hati nurani.
Mungkin, KPUD ini salah satu penggemar ceramahnya Abdullah Gymnastiar yang selalu mengusung hati dalam ceramah-ceramahnya.

Tetapi apa daya, dalam beberapa kali pemilu, pilihlah dengan hati nurani justru memmperbesar jumlah golput dan menghasilkan kekecewaan bagi rakyat.
Rakyat tidak mengerti benar siapa yang dipilih. Melihat wajahnya, kopiahnya, kumisnya, janggutnya, kerudungnya, dandannya yang manis-manis kayak anak ABG, hatinya tergerak ” Ini dia yang pantas”. Dan…yah kecewa lagi.

Pilihan dengan hati nurani ternyata adalah salah besar. Gunakan Otak. Sekali lagi Otak..tak…takkk.

Berfikir secara rasional itulah yang kurang di masyarakat. Mereka tidak mengolah informasi secara benar, dan mempertanyakan kebenaran informasi yang diterima.

Sekarang apa ada publikasi yang netral mengenai cabup dan cawabup di Bondowoso. Rekam jejak mereka. Prestasi mereka. Komitmen moral mereka. Sebagian adalah desas-desus bahwa si anu terlibat kasus korupsi dalam jumlah besar di pusat, si anuu arogan, si anui suka ngompasin proyek pemerintah, si anuoo tidak tahu apa-apa, si anuee nepotis sejati, dll…

Partai politikpun kurang memberitakan secara utuh calon-calonnya. Tidak ada website milik partai. Ada blog tetapi tidak di update. Ada blog amat lambat di akses ( woiii…administrator, please dong kalo buat website jangan banyak gambarnya…), KPUD tidak punya media publikasi, koran tidak memberitakan secara utuh dan sepotong-potong. Contohnya, PDIP membentuk koalisi merah putih ( mana dong partai-partainya. Tidak diberitakan !), PPP bersama koalisi non parlemen (siapa aja tuh partainya…).
Oh my God, apakah tidak ada orang yg cukup pintar di institusi tersebut untuk membuat website!

Inilah yang membuat saya selaku warga yang terdaftar sebagai pemilih MENGALAMI KEBINGUNGAN BESAR. Tidak ada alternatif calon yang saya pilih karena :
1. Saya tidak mengenal semua calon
2. Saya tidak mengetahui rekam jejak mereka, kredibilitas mereka
3. Saya tidak mau memilih berbagai macam anu tersebut karena saya seperti memilih “kucing dalam karung”
4. kalaupun saya datang ke TPS karena kasihan sama panitia maka akan saya coblos Kumisnya, songota, kopiahnya, matanya, hidungnya, mulutnya, kupingnya, rambutnya, janggutnya….
5.Saya mencoba memilih dengan otak…tak..tak…

(Sori bosss, terlalu menggebu-gebu…nih. Coblos nomor Nol !

“Kota Kembang” yang kembung…..

•11 July, 2008 • Leave a Comment

Beberapa waktu lalu, Dr. Mashoed (Bupati Bondowoso) mencanangkan Bondowoso sebagai Kota Kembang. (wah, seperti Bandung aja nih…). Seluruh dinas membuat taman di sepanjang trotoar Kecamatan Kota. Contohnya, jalan Ahmad Yani.

Awalnya sepetak taman yang dibuat oleh instansi tertentu, diberi nama sesuai dengan nama instansi pembuat. Belakangan diubah, menurut tema Bondowoso Kota Kembang.

Kini taman-taman “nan indah” tersebut tidak bisa disebut taman.Terbengkalai.Tidak terurus.
(namun siapa yang peduli).

Kebijakan publik yang luhur (namun juga ngaco) tersebut adalah contoh kasat mata, betapa amburadulnya pengelolaan kota Bondowoso. Ditinjau dari :
1. Apakah pencanangan Bondowoso kota Kembang sudah melalui riset yang berakar pada potensi budaya.
Hal ini berbeda sekali dengan Yogyakarta yang menyewa Hermawan Kertajaya untuk melakukan riset dan kemudian memasarkan Yogyakarta. Penemuan pertama Hermawan adalah nama “Jogjakarta” lebih berakar dibandingkan “Yogyakarta”.
Pelajaran : butuh orang ahli yang punya ilmu untuk memahami sebuah kota dan memberikan identitas yang tepat bagi kota tersebut. Tidak asal tiba-tiba muncul ide di tengah malam.

2. Pelaksanaan pembuatan taman yang terlihat tidak ada koordinasi. Kesan saya, ini adalah semata-mata proyek. (Proyek ya proyek..Apakah Bondowoso Kota Kembang atau Kota Kembung sekalipun masa bodo lah… Yang penting proyek. Biaya dibengkakkan. HIDUP PROYEK!  Coblos nomor nol : PROYEK cabup dan MARK UP cawabup :D )

3. Program tersebut tidak ada kelanjutannya karena tidak ada perawatan. Terlihat jelas, tidak ada kesinambungan dalam pembangunan Kota Bondowoso. (Siapa sih yang mo peduli terhadap nasib taman-taman tersebut ?)

Oh Bondowoso Kota Kembang nan permai… Entah apa lagi sebutan untukmu  yang akan dicanangkan oleh Bupati yang terpilih?. Apakah anggota dewan yang terhormat juga memiliki konsep yang pas mengenai kota ini. Bukankah anggota dewan adalah wakil rakyat, yang lebih memahami budaya dan rakyat Bondowoso, dan bukan wakil bagi dirinya sendiri ?.

Kenyataan di atas membuat saya pesimis terhadap masa depan kota ini ? Sebodo amat. Mo hancur kek…Mo maju kek….

Catatan : Ngomong-ngomong apakah pembuatan taman di atas juga dikritisi oleh anggota dewan dalam sidang paripurna LPJ Bupati tempo hari ?

Burung Kuntul yang Terabaikan….

•11 July, 2008 • Leave a Comment

Burung Kuntul yang bersarang musiman di sepanjang jalan Ahmad Yani adalah potensi yang menarik dan unik bagi Bondowoso. Tidak semua kota memiliki atau disinggahi burung tersebut.

Sayangnya keberadaan burung kuntul tersebut diabaikan. Bahkan beberapa tahun lalu, terjadi perburuan/penembakan yang terang-terangan.Padahal burung Kuntul termasuk spesies yg dilindungi.
Setiap kali saya lewat di depan kantor Perhutani hingga RM Lestari, berpuluh-puluh bangkai burung Kuntul berceceran di jalan. Dilindas kendaraan bermotor.Diabaikan.

Kita tahu, di sepanjang jalan Ahmad Yani terdapat banyak institusi pemerintah, bahkan rumah dinas beberapa pejabat, mulai dari Sekda hingga wakil Bupati.
Sekarang burung kuntul semakin sedikit jumlahnya. Kicauannya yang hiruk pikuk tidak terdengar lagi.
Seandainya saja ada orang pintar dan peduli di Kota Gerbong Maut ini, maka potensi Burung kuntul bisa dimanfaatkan sebagai salah satu aset wisata.

Oh, burung kuntul….Sayangnya Kau hinggap di kota yang salah. Kota yang seolah tanpa tuan. Ada pemerintahan tapi tak peduli. Ada wakil rakyat, tetapi tidak mewakilimu….Ada masyarakat yang tidak tahu bahwa mereka tidak tahu.

Catatan : saya perkirakan dalam beberapa tahun ke depan, spesies burung kuntul di Bondowoso akan musnah. Terlebih ada instansi pemerintah yang melakukan penebangan pohon “seenak udelnya”.

Wahai para pemimpin, apakah kota ini punya masterplan tata ruang dan pembangunan berkelanjutan ?
Saya kok pesimis, Bondowoso punya pemikiran tersebut. Siapa sih orang di Bondowoso yang mau berfikir ruwet-ruwet ?

Bondowoso Oh Bondowoso….

•7 July, 2008 • Leave a Comment

Bondowoso oh Bondowoso…

Apakah kamu akan menjadi Kota Tape?…Kota Kembang ?…Kota Gerbong Maut?….Atau bahkan Kotakulon… :D

Pilkada bulan Juli ini, serasa diliputi misteri dalam selimut kabut. Bondowoso kota yang sunyi. Siapa yang maju ke pilkada toh tidak banyak yang tahu.

Rasanya memang perlu ada media yang terus-menerus mengungkap berita Bondowoso, sekaligus memberikan pendidikan politik yang lumayan.

Toh, di kota yang kualitas SDM-nya payah ini, lama-kelamaan akan tercerahkan.

Ke-misterius-an peserta pilkada tampaknya selaras dengan sedikitnya informasi mengenai Bondowoso.

Kondisi yang tidak sehat inijustru membawa berkah bagi para pemain.

Ayo, kita jadi pemain….

Oh Bondowoso kota Gerbong Maut