“Kota Kembang” yang kembung…..
Beberapa waktu lalu, Dr. Mashoed (Bupati Bondowoso) mencanangkan Bondowoso sebagai Kota Kembang. (wah, seperti Bandung aja nih…). Seluruh dinas membuat taman di sepanjang trotoar Kecamatan Kota. Contohnya, jalan Ahmad Yani.
Awalnya sepetak taman yang dibuat oleh instansi tertentu, diberi nama sesuai dengan nama instansi pembuat. Belakangan diubah, menurut tema Bondowoso Kota Kembang.
Kini taman-taman “nan indah” tersebut tidak bisa disebut taman.Terbengkalai.Tidak terurus.
(namun siapa yang peduli).
Kebijakan publik yang luhur (namun juga ngaco) tersebut adalah contoh kasat mata, betapa amburadulnya pengelolaan kota Bondowoso. Ditinjau dari :
1. Apakah pencanangan Bondowoso kota Kembang sudah melalui riset yang berakar pada potensi budaya.
Hal ini berbeda sekali dengan Yogyakarta yang menyewa Hermawan Kertajaya untuk melakukan riset dan kemudian memasarkan Yogyakarta. Penemuan pertama Hermawan adalah nama “Jogjakarta” lebih berakar dibandingkan “Yogyakarta”.
Pelajaran : butuh orang ahli yang punya ilmu untuk memahami sebuah kota dan memberikan identitas yang tepat bagi kota tersebut. Tidak asal tiba-tiba muncul ide di tengah malam.
2. Pelaksanaan pembuatan taman yang terlihat tidak ada koordinasi. Kesan saya, ini adalah semata-mata proyek. (Proyek ya proyek..Apakah Bondowoso Kota Kembang atau Kota Kembung sekalipun masa bodo lah… Yang penting proyek. Biaya dibengkakkan. HIDUP PROYEK! Coblos nomor nol : PROYEK cabup dan MARK UP cawabup
)
3. Program tersebut tidak ada kelanjutannya karena tidak ada perawatan. Terlihat jelas, tidak ada kesinambungan dalam pembangunan Kota Bondowoso. (Siapa sih yang mo peduli terhadap nasib taman-taman tersebut ?)
Oh Bondowoso Kota Kembang nan permai… Entah apa lagi sebutan untukmu yang akan dicanangkan oleh Bupati yang terpilih?. Apakah anggota dewan yang terhormat juga memiliki konsep yang pas mengenai kota ini. Bukankah anggota dewan adalah wakil rakyat, yang lebih memahami budaya dan rakyat Bondowoso, dan bukan wakil bagi dirinya sendiri ?.
Kenyataan di atas membuat saya pesimis terhadap masa depan kota ini ? Sebodo amat. Mo hancur kek…Mo maju kek….
Catatan : Ngomong-ngomong apakah pembuatan taman di atas juga dikritisi oleh anggota dewan dalam sidang paripurna LPJ Bupati tempo hari ?




Leave a Reply